Monthly Archives: October 2010

Indikator Forex : Ichimoku

Posted by administrator on October 26, 2010
Indikator Forex : Ichimoku / No Comments
Indikator forex Ichimoku memiliki beberapa parameter, yaitu Tenkan, Kijun, Senkou. (Silahkan set Default-nya saja). Tetapi di grafik tergambar beberapa bagian yaitu Chinkou span, Kijun sen, Tenkan sen, Senkou span A dan B.
Bagaimana cara membaca indikator ichimoku di grafik ? TimeFrame berapa saja yang cocok menggunakan indikator ini ?
Mari kita bahas satu per satu bagian dari indikator forex ini.
Pertama, Chinkou span. Garis ini merupakan harga saat ini (running price) yang digambarkan dalam Line chart (close price) mundur ke belakang sebanyak seting parameter (default 26). Dengan kata lain, nilai chinkou span sama dengan harga running dan digambarkan 26 candle ke belakang.
Cara membacanya adalah jika chinkou span melewati/crossing candle chart dari bawah ke atas sebagai tanda Bullish dan sebaliknya jika chinkou span melewati/crossing candle chart dari atas ke bawah sebagai tanda Bearish (lihat gambar di bawah ini).
Kedua, Tenkan dan Kijun sen. Garis ini merupakan modifikasi dari Exponential Moving Average (EMA) dengan parameter default 9 dan 26. Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh bagaimana modifikasinya (terlalu makan waktu). Yang penting cara membacanya yaitu jika Tenkan line melewati/crossing Kijun line dari bawah ke atas menandakan bullish dan sebaliknya jika Tenkan line melewati/crossing Kijun line dari atas ke bawah menandakan bearish. Atau kita juga bisa membacanya sebagai berikut : jika Tenkan line berada di bawah Kijun line maka tren sedang bearish dan sebaliknya.

Ketiga, Senkou span. Senkou span ini ada dua garis, yaitu Senkou span A dan B. Wilayah diantara Senkou tersebut biasa disebut sebagai Ichimoku Cloud. Cara membacanya adalah jika harga berada di atas cloud, trend sedang bullish dan sebaliknya.Dan jika harga berada di dalam cloud artinya trend tidak jelas/sideways.

Beberapa signal indikator forex ichimoku :
Strong Bullish harus memenuhi kriteria : Harga saat ini (running price) berada di atas cloud, Chinkou span di atas cloud, dan Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di atas cloud.
Medium Bullish harus memenuhi kriteria : Harga saat ini (running price) berada di atas cloud, Chinkou span di atas cloud, dan Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di dalam cloud.
Weak Bullish harus memenuhi kriteria : Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di bawah cloud, Harga saat ini (running price) di bawah cloud, tetapi Chinkou span ada di atas.
Signal bearish berlaku kebalikan.

Incoming search terms:

  • cara baca indikator ichimoku yang akurat

Tags: , , , , , ,

Pergeseran paradigma Mata Uang Dollar(US)

Posted by administrator on October 26, 2010
Pergeseran paradigma Mata Uang Dollar(US) / No Comments

Sejak awal krisis keuangan, dolar diperlakukan sebagai kurs aman(safe haven). Hal ini karena, ketika ada desakan tingkat pengambilan resiko, dollar akan naik dengan seimbang. Ketika pengambilan resiko memberikan cara untuk resiko kecil, nilai mata uang dollar pun turun. Sesederhana itu.

Akhir-akhir ini, konsep ini telah telah menyatakan dirinya sendiri dalam wujud pertukaran mata uang EUR/USD, dengan adanya mata uang Euro yang memberikan resiko, dollar malah memberikan keamanan. Bahkan, strategi melakukan perdagangan telah terbentang sepanjang garis ini dan membuatnya menjadi fenomena, pedagang akan menjual dollarnya secara otomatis ketika muncul berita baik dan menjual mata uang euro ketika muncul berita buruk.

Di minggu-minggu terakhir ini, pendekatan ini mulai berubah. Dimulai dengan pasar stok US, yang mulai menurun, bahkan ketika mata uang dollar masih meningkat. Para investor mulai merasa khawatir mengenai pasar perumahan, kejenuhan efek stimulus pemerintah, dan yang lebih buruk dari semuanya, kemungkinan double dip resesi. Data yang paling baru “menunjukkan bahwa produk kotor domestic US perempatan pertama bergerak lebih lambat dari yang diharapkan, perumahan juga jauh dari seperti yg diharapkan ini membuat simpanan US berkurang dan membuat investor menaksir kembali posisi nilai dollar mereka.”

Hal ini bukan kemungkinan resesi berkepanjangan itu sendiri yang perlu diperhatikan (walaupun ini tentu saja memprihatinkan), tetapi karena lebih sedikitnya dari pelaku pasar mata uang yang memperhatikan hal ini. Terbukti berita krisis utang EU terus mendominasi berita utama dan mempengaruhi psikologi para investor. Menghalangi perkembangan tak terduga manapun. Tetapi, krisis ini mungkin tidak akan berkembang lebih jauh dalam waktu dekat, dan sangat masuk akal bahwa para investor harus mulai kembali untuk memperhatikan data.

Sebagai hasilnya, perdagangan mata uang euro popular yang berhubungan dengan resiko, ternyata telah tergelincir saat para pemain pasar yg sekali lagi mulai semakin fokus pada perbandingan fundamental. Bahkan, dollar telah jatuh sebanyak 5% selama bulan lalu, keduanya melawan euro dan perdagangan. Dalam jangka panjang, para analis masih diliputi keraguan dan ketidakpastian yang terus berlanjut pada zona Euro. Untuk Informasi: pasar keuangan US adalah yang terbesar di dunia, paling likuid, dan paling stabil, dan pada saat krisis orang mungkin akan berlanjut menarik modal US untuk menghindari resiko.

Di sisi lain adalah mereka yang berargumen bahwa US tidak akan digunakan sebagai mata uang safe haven lagi, dan menjadi mata uang pertumbuhan. Menurut pemikiran ini, ekonomi US akan tetap lebih baik dari EU, Jepang, dan Inggris (para saingannya di kurs mata uang Top Tier). “Zona Euro telah dipertegas oleh krisis atas utang dari anggota yang lebih lemah. Jepang hanya akan muncul perlahan-lahan dari deflasi dan UK harus berurusan dengan defisit anggaran yang tinggi selama beberapa tahun kedepan,”

Sebagai hasilnya, Dollar akan kembali ke pola yang terlihat di awal tahun 1980an dan akhir 1990an, dimana Dollar akan cenderung menjadi kuat daripada menjadi lemah, saat para investor mengambil resiko. Dalam paradigma ini, mata uang Yen dan Franc mungkin akan menjadi lebih menunjukkan fungsinya sebagai mata uang safe haven.

Akhirnya, pergeseran paradigma seperti itu tidak akan terlalu penting bagi mata uang Dollar. Jika AS memang mampu menempatkan resesi di belakangnya, maka strategi yang berfokus pada pertumbuhan fundamental akan mengirim Dolar semakin tinggi. Jika Double-Dip terwujud, bagaimanapun, kerbau(bull) Dolar mungkin akan menemukan diri mereka berharap bahwa Dollar bisa mempertahankan status safe haven nya.

Tags: , , , , ,

Penggunaan Moving Average (MA) sebagai Indikator Analisa Teknical

Posted by administrator on October 26, 2010
Penggunaan Moving Average (MA) / Comments Off

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai perubahan harga rata-rata dalam satu timeframe tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 20 berarti harga rata-rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 = rata-rata harga selama 20 jam terakhir.
Tipe Moving Average
Dari cara perhitungan rata-rata harga, MA terbagi dalam 3 model:
1. Simple Moving Average (SMA)
Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan merupakan yang paling luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi.
2. Weighted Moving Average (WMA)
Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode;1+2+3+4+5=15. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Sehingga lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, namun memiliki lebih banyak noise.
3. Exponential Moving Average (EMA)
EMA adalah MA yang berusaha menjawab persoalan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit diantara ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh trading platform yang ada. EMA mampu mengenali perubahan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA.


Gambar 1 Tiga jenis moving average

Dalam gambar 1 diatas kita dapat melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Weighted bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih mampu memberikan sinyal lebih cepat dibanding simple Moving Average.
Penggunaan moving average
Ada banyak cara untuk menggunakan MA sebagai alat dalam menentukan tren dan perubahan nya, dan cara tersebut semakin hari semakin berkembang. Beberapa gambaran umum penggunaan MA dibawah ini dapat dijadikan panduan;
• Mengenali tren
Moving average dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengenali tren dengan membandingkan pergerakan harga terhadap garis MA. Tren naik dapat  dikatakan telah terjadi ketika harga bergerak di atas MA, turun ketika harga bergerak di bawah MA.
• Support and Resistance area
MA juga berfungsi sebagai support dan resistance pergerakan harga. Seperti pada gambar 2 MA berfungsi sebagai support ketika Euro mengalami rally, setelah berhasil menembus level support, garis MA kemudian berfungsi sebagai resistance.


Gambar 2 MA sebagai support dan resistance

Ketika harga berada diatas MA, MA bertindak sebagai support dan ketika harga berada di bawah MA, MA bertindak sebagai resistance.
• Identify reversal opportunities
MA juga dapat digunakan untuk mencari indikasi perubahan tren harga, sekaligus menemukan level entry dan exit transaksi. Ada dua cara utama untuk mendapatkan hasil tersebut;
Pemotongan garis MA oleh harga.
Perubahan tren harga dapat dikenali ketika harga memotong ke atas atau ke bawah garis MA. Jika harga memotong ke atas garis MA, maka tren naik sedang dimulai. Dan jika harga memotong ke bawah garis MA, maka tren turun dapat dikatakan sedang dimulai.
Perpotongan antara garis MA
Perpotongan antara garis MA dikenal dengan istilah crossover method. Umumnya crossover menggunakan dua atau lebih garis MA yang saling berbeda periode. Crossover yang paling terkenal dan masih memiliki validitas tinggi adalah double crossover method. Metode ini yang seterusnya akan kita gunakan dalam pembahasan selanjutnya.


Gambar 3 Double crossover method, Euro Hourly

Konsep crossover berarti, MA akan menghasilkan sinyal trend naik ketika garis MA periode yang lebih pendek memotong ke atas garis MA periode yang lebih panjang, dan sinyal tren turun terjadi ketika garis MA pendek memotong ke bawah garis  MA periode yang lebih panjang. Kombinasi klasik yang populer untuk metode ini adalah; 5 dan 10, 10 dan 50, 20 dan 50.
Dalam gambar 3, terdapat dua kali crossover, yang pertama menghasilkan kerugian dan yang kedua menghasilkan keuntungan cukup besar.
Crossover bekerja dalam kondisi terbaik pada saat harga mengalami tren satu arah, seperti yang diilustrasikan dalam figure 4, terhadap USD JPY, Hourly.


Gambar 4 Crossover method, USDJPY Hourly

Tags: , , , , , , , , , , ,

Fundamental (Macroeconomy) Analysys : Global Economy Understanding

Posted by administrator on October 26, 2010
Global Economy Understanding / No Comments

Perekonomian adalah dunia yang sangat rumit dimana semua faktor saling berhubungan satu sama lain, selalu berubah dan semua itu berjalan dengan real time. Di dalam setiap kegiatan ekonomi baik itu mikroekonomi seperti menjadi pengusaha, sebagai regulator ekonomi seperti Bank Sentral maupun sebagai pelaku ekonomi makro yaitu investor multinasional sangat perlu ditekankan pemahaman di dalam fundamental (macroeconomy) analysis dimana kita paham, mengerti dan mampu mengartikan ulang setiap kejadian-kejadian yang telah dan sedang terjadi di dalam ekonomi. Dan dengan pemahaman tersebut kita juga mampu membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi berdasarkan kondisi-kondisi fundamental dalam ekonomi tersebut.

Komponen-komponen yang perlu dipahami dalam fundamental ekonomi yaitu :
1.  GDP (Gross Domestic Product) = Total Pendapatan Negara
2.  Inflasi = Tingkat Kenaikan Harga Barang/Jasa per tahun
3.  Economy Growth (Pertumbuhan Ekonomi) = yaitu tingkat pertambahan GDP
4.  Tingkat pengangguran = yaitu jumlah potensi kerja yang tidak bekerja
5.  Sejarah seperti Emas yg dihargai dalam USD, Minyak yg dihargai dgn USD dan berkorelasi dengan emas, USD sebagai mata uang safe haven (internasional), Yen sebagai mata uang safe haven relatif untuk kondisi ekonomi Jepang.
6.  Kondisi ekonomi suatu negara seperti AUD, CAD, NZ yang merupakan eksportir komoditas sehingga gerak grafiknya mirip dengan perubahan harga komoditas.
7.  Ratio hutang terhadap GDP
8.  Surplus/defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
9.  Balance of payment (Neraca Pembayaran)
10.Balance of trade (Neraca perdagangan)
11. Ratio antara penduduk produktif dengan penduduk tidak produktif
12. dll

Bagaimana agar kita mengerti setiap aspek yang sangat penting dalam ekonomi ini tentunya sangat mempengaruhi setiap tindakan yang kita lakukan dalam ruang gerak ekonomi. Pemahaman yang mendalam atas semua aspek ini tentunya akan membuat analisis dan prediksi kita semakin akurat dan semakin dekat dengan kebenaran di dalam ruang gerak ekonomi tersebut.

Tags: , , ,

Indikator-indikator Teknikal untuk analisa forex

Posted by administrator on October 26, 2010
Indikator-indikator Teknikal untuk analisa forex / No Comments

Analisa teknikal adalah salah satu cara pengambilan keputusan untuk melakukan transaksi, baik buy atau sell berdasarkan data harga pada masa lampau (data historis). Harga pergerakan mata uang yang setiap detik dicatat dan dilakukan sebuah analisa untuk menentukan harga yang akan datang (prediction/forecasting). Dalam teori analisa teknikal dikenal sebuah prinsip dasar bahwa harga akan bergerak naik atau turun mengikuti trend atau pola-pola tertentu sehingga tidak mungkin hara akan bergerak secara acak.

Analisis teknikal beranggapan bahwa analisis fundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu, infor­masi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergera­kan harga. Oleh karena itu orang beranggapan bahwa cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari para pelaku pasar dan ini tercermin didalam pola grafik harga.

Faktanya juga tidak ada perbedaan antara harga turun karena pe­nawaran yang berlimpah atau karena tindakan sepihak dari industri keuangan yang menekan harga uang. Tidak ada pula perbedaan ka­rena kondisi politik, pertimbangan ekonomi, atau likuidasi posisi beli investor untuk kebutuhan dana tunai.

Real Forex Trading Valas Online tanpa Modal Sepeserpun.

Analisis teknikal mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yang mungkin terjadi dibandingkan dengan perila­ku harga sebelumnya. Sekalipun analis teknikal mempertimbang­kan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisis adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkini dan kecenderungannya.

Tujuan pokok mengamati grafik adalah:

* Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga.
* Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu.
* Memilih saat yang paling menguntungkan untuk masuk dan keluar pasar.

Atas dasar prinsip tersebut muncul berbagai macam perhitungan dan rumus algoritma matematis tertentu untuk mengolah dan mengelola data historis ini yang diharapkan dapat digunakan untuk meramalkan harga yang akan terjadi di masa datang. Sebuah harga dinyatakan dalam bentuk chart.

Bentuk chart ini ada tiga macam:

1. Line chart; yaitu chart yang direpresentasikan dalam bentuk garis-garis. Garis yang menghubungkan harga tunggal untuk masing-masing jangka waktu yang dipilih.
2. Bar chart; yaitu chart yang diwakili dalam rupa bentuk grafik batangan. Sebuah diagram yang terdiri dari empat poin penting: lihat harga tinggi dan harga rendah yang membentuk balok vertical; harga pembukaan yang ditandai dengan garis horizontal kecil di sebelah kiri bar/balok; dan harga penutupan yang ditandai dengan garis horizontal kecil disisi kanan bar.
3. Candlesticks chart; grafik batang lilin. Sebuah diagram yang terdiri dari keempat harga utama: lihat tinggi, rendah, terbuka, dan tertutup. Body (jittai) dari candlestick bar dibentuk dengan harga pembukaan dan harga penutupan. Untuk menunjukkan bahwa harga pembukaan lebih rendah dari pada harga penutupan, body balok (bar) sengaja dikosongkan. Jika harga penutupan mata uang dibawah harga pembukaan, body bar diisi. Sisa body bar ditandai dengan kedua shadows upper shadow/bayangan/garis sumbu atas (uwakage) dan lower shadow/bayangan/garis sumbu bawah (shitakage).

Dari tipe chart yang ada ini, anda dipersilahkan untuk menentukan style chart mana yang paling cocok dengan strategi trading anda. Untuk melakukan prediksi harga seringkali tidak cukup hanya mengandalkan data pergerakan di chart instrumen saja. Rumus algoritma matematis ini dikenal luas sebagai indikator (Indicators). Masing-masing dari indikator ini dapat melakukan perhitungan terhadap data historis dan memprediksikan arah pergerakan harga untuk masa mendatang.

Berikut adalah daftar lengkap seluruh indikator-indikator:

1. Moving Averages
2. Text Labels
3. Trend Line
4. Price Pointer
5. Symbol
6. Horizontal Line
7. Fibonacci Retracement
8. Fibonacci Arcs
9. Fibonacci Fan
10. Bollinger Bands
11. Parabollic Sars
12. Avg Directional Moving Index (ADX)
13. Commodity Channel Index (CCI)
14. Average True Range (ATR)
15. Linear Regression
16. Time Series Forecast (TSF)
17. Moving Average Convergence/Divergence (MACD)
18. Hilbert Transform Trend Line
19. Hilbert Transform Dominant Cycle Period
20. Hilbert Transform Dominant Cycle Phase
21. Momentum
22. Williams “%R
23. Relative Strength Index (RSI)
24. Rate of Change (RoC)
25. Stochastic Slow
26. Stochastic Fast
27. Chaikin A/D Line (AD)
28. Money Flow Index
29. Average Price
30. Balance of Power
31. Aaron Oscillator
32. Chande Momentum Oscillator
33. Ultimate Oscillator
34. Absolute Price Oscillator (APO)
35. Percentage Price Oscillator
36. Chaikin A/D Oscillator

Tags: , , , , , , ,

Transaksi dalam Forex Trading

Posted by administrator on October 25, 2010
Transaksi dalam Forex Trading / No Comments

Apa yang diperdagangkan dalam forex trading?

Kedengarannya seperti pertanyaan yang bodoh ya…? Lah, namaya juga forex trading, ya yang diperdagangkan tentunya forex atau valas atau valuta asinglah… hehehe… Iya memang bener sih… Cuma, ada yang perlu diketahui lebih lanjut kalau anda ingin menjadi seorang forex trader.

Dalam forex trading, mata uang diperdagangkan secara berpasang-pasangan. Inilah yang disebut dengan pairs. Contoh pair yang biasa disediakan antara lain adalah EUR/USD, artinya pasangan matauang Euro dan Dollar US. Contoh lain misalnya: GBU/JPY, GBU/USD, USD/JPY dan lain-lain

Kenapa mata uang ini harus dipasang-pasangkan? Hehehe… ini juga menariknya… Dengan diperdagangkan berpasangan seperti ini, maka kita bisa langsung bertransaksi “jual” pada suatu pair, tanpa kita harus “punya” dulu pair itu.

Bingung? Begini deh… klo dalam perdagangan tradisional, kalau kita jual pisang goreng, misalnya, berarti kan kita harus punya (ato setidaknya punya hak terhadap) si pisang yang akan djual. Bener kan?

Nah, dalam forex trading, kita bisa “jual” pair USD/JPY tanpa kita “punya” pair itu… Lah, kok bisa?
Ya bisalah… Soalnya, di sini klo kita jual pair USD/JPY, itu artinya kita jual USD dan beli JPY. Bingung ya? hehehe… Ya sudah deh… Intinya di sini, dalam forex trading kita bisa langsung melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli untuk semua pair, tergantung hasil analisis kita terhadap pergerakan harga pair tersebut.

Pips dan Lot

Ok deh.. sekarang kita mulai masuk ke istilah dasar yang perlu dikenal dalam forex trading.

Pip adalah satuan perubahan nilai dalam forex trading. Contoh: EUR/USD bergerak dari 1.3050 ke 1.3051, itu berarti harga berubah (naik)1 pip. Pip adalah nilai tambah dari setiap angka desimal terakhir dibelakang koma. Pip juga biasa digunakan untuk perhitungan profit ataupun loss.

Nah, pasar Valas biasanya diperdagangkan dalam bentuk Lot. Nilai standar per lot adalah $100,000. Ada juga mini lot dengan nilai $10,000. Meskipun demikian, ada juga broker yang menawarkan fleksibilitas dalam volume transaksi tanpa harus dalam satuan lot, melainkan dalam quantity yang fleksibel sesuai dengan keinginan trader.

Bid, Offer dan Spread

Nah, selanjutnya kita perlu juga paham apa itu bid dan offer serta spread.

Bid adalah harga yang berlaku apabila kita menjual (pair), Offer adalah harga yang berlaku apabila kita membeli (pair) sedangkan Spread adalah selisih antar bid dan offer

Contoh misalnya:

Untuk EUR/USD berlaku:
Bid   1.3050
Offer   1.3052

Berarti, apabila kita akan membeli pair EUR/USD maka akan dikenakan harga sebesar 1.3052 sedangkan apabila kita menjual akan dikenakan harga 1.3050. Spread untuk pair EUR/USD saat itu adalah 2 pips.

Jenis-jenis Transaksi dalam Forex Trading

Sekarang kita akan masuk pada bahasan tentang transaksi dalam forex trading.
Secara umum transaksi yang bisa kita lakukan adalah Buy dan Sell terhadap pairs yang tersedia.

Ada 2 jenis perintah/order untuk setiap transaksi yakni :

1. Instant executions
Order (buy ato sell) yang dilakukan pada saat harga market sekarang.

2. Pending orders
Order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (dengan kata lain harga booking)

Pending order dibagi menjadi 4 jenis yaitu:

a. Buy Stop:
Memasang order buy pada harga tertentu (diatas harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak naik, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order buy. Harapannya tentu saja harga terus bergerak naik lagi supaya mendapatkan profit.

b. Sell Stop:
Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order sell. Harpannya harga akan terus bergerak turun lagi supaya mendapatkan profit.

c. Buy Limit:
Memasang order buy pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order buy. Harapannya, setelah itu harga kemudian bergerak naik atau istilahnya mental di harga tersebut.

d. Sell Limit:
Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan) dengan harapan harga bergerak naik ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order sell. Harapannya, agar setelah itu harga akan bergerak turun (atau mental di titik tersebut) supaya profit.

Kapan Buy dan Kapan Sell?

Nah, itu dia pertanyaan mendasar bagi seorang trader

Kata para master sih… patokan dasar dalam forex trading adalah: Buy di saat harga rendah dan kita perkirakan bakalan naik, dan Sell di saat harga tinggi dan kita perkirakan bakalan turun.

Tags: , , , , , ,

Menyusun Trading System yang Profitable

Posted by administrator on October 25, 2010
Menyusun Trading System yang Profitable / No Comments

Bagaimana Menyusun Trading System yang Profitable?

Trading forex adalah salah satu bisnis online yang perlu kita coba. Karena di bisnis inilah kita akan mendapatkan pendapatan yang cukup besar. Namun dibalik itu semua ada resiko yang besar pula. Maka untuk itu sebelum terjun ke bisnis futures ini (forex, index, komodity, CFD) kita harus mengetahui resiko-resiko yang akan kita dapat, jangan Cuma melihat iming-iming pendapatan yang besar di bisnis ini. Hampir lebih dari 90% trader baru akan mengalami Loss dan kerugian. Namun tidak usah kuatir akan hal itu. Karena 90% trader yang Loss dan mengalami kerugian karena mereka tidak menyiapkan strategi trading. Seperti halnya dengan bisnis di bidang lain, bisnis di bidang future juga memerlukan strategi-strategi untuk menganalisa pergerakan pasar yang di sebut dengan Trading System. Trading system inilah yang akan kita gunakan untuk menganalisa pasar. Ingat, tidak ada trading system yang akan menjamin 100% profit. Trading system dikatan baik atau berhasil jika memenuhi syarat 70% profit. Dengan kata lain dari 10 posisi 7x profit dan 3x loss.

Sebenernya ada banyak trading system yang di kembangkan oleh para trader. Silahkan di cari via google aja trading system yang cocok untuk Anda. Rekan-rekan trader pun dapat membuat system trading yang cocok dan sesuai dengan gaya trading rekan-rekan semua. Karena setiap trader memiliki gaya trading yang berbeda-beda. Lalu bagai mana cara membuat Trading system sendiri?

Saya Cuma akan memberikan contoh bagaimana membuat trading system nya saja. Teman-teman bisa memodifikasinya, dan menggunakan indicator yang anda inginkan, tidak harus sama seperti yang di contoh.

Menyusun Trading System Untuk Forex:

  • Menentukan pair atau pasangan mata uang (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, USD/JPY, USD/CHF, dll). Karena setiap mata uang memiliki karakter yang berbeda-beda dan unik maka saran saya pilih lah salah satu pair mata uang saja. Namun jika ingin lebih maka pilihlah pair yang sejenis missal EUR/USD dan GBP/USD biasanya kedua pair ini memiliki pergerakan yang seirama namun ingat GBP/USD pergerakan harganya lebih liar.
  • Waktu trading, waktu trading akan sangat berpengaruh terhadap gaya trading kita kita. Kita akan bermain Long term trading (yaitu memsang target poin yang besar missal lebih dari 100 point, biasanya bisa menahan posisi hingga berhari-hari), Short Term trading (yaitu memasang target poin yang relative kecil antara 10, 15, 20 poin saja, dan tidak sampe menahan posisi sampai 1 hari), Medium (yaitu memasang target poin lebih dari 20, 30, 50 poin, bisanya tidak sampai menahan posisi, namun kadang kala ada yang sampai 2-3 hari).
  • Memilih Indikator, memilih indikator sangat penting karena ini yang akan membantu kita dalam menganalisa pasar kedepannya. Dan yang akan membantu kita dalam menentukan Open posisi baik Buy/Sell. Nah indicator mana yang paling bagus? Ini pertanyaan yang paling sering muncul dan sering membuat saya bingung untuk menjawabnya. Semua indicator yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu gunakan lah 2-3 indikator untuk menganalisa market. Saran saya sih ya, jangan terlalu banyak menggunakan indicator, nanti malah akan menjadi bingung. Penggunaan indikato inilah yang di sebut dengan analisa teknikal.
  • Memperhatikan News atau berita mengenai politik suatu Negara, perkembangan ekonomi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang.
  • Manajemen Resiko. Manajemen resiko ini diperlukan untuk membatasi kerugian kita. Yaitu dengan memasang stop loss. Memasang stop loss juga tidak boleh sembarangan, karena memasang stop loss dengan asal, seperti halnya kita melakukan cat loss. Yang kedua dalam manajemen resiko adalah berani melakukan cat loss jika kita telah salah open posisi, sehingga kerugian yang didapat dapat diminimalisir. Hargai 10 poin atau pun 20 poin karena ini adalah uang yang sudah jelas di depan mata.
  • Psikologi trading, ini sangat penting karena 70% keberhasian dalam trading di pengaruhi oleh kondisi psikologis kita ketika kita melakukan open posisi dan menganalisa pasar. Jangan melakukan Trading jika kondisi psikologis kita sedang labil, missal ketika kita sedang marah, kesal, ataupun habis bertengkar dengan pasangan anda.

Setelah menemukan ramuan untuk trading system, hal berikutnya adalah dengan menguji trading system kita di demo account terlebih dahulu, jangan langsung menggunakannya di real account.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

DASAR INVESTASI

Posted by administrator on October 25, 2010
DASAR INVESTASI / No Comments

DASAR-DASAR INVESTASI

Investasi merupakan kata yang tidaklah asing di telinga kita, namun apakah hakikat dari investasi itu sendiri? Investasi sering didefinisikan sebagai menempatkan uang atau modal demi hasil atau bunga dengan cara membeli properti, saham, obligasi dan lain-lain, namun secara umum investasi dapat di pahami sebagai meluangkan/memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat di masa datang. Jadi pada dasarnya investasi adalah “membeli” sesuatu yang diharapkan bisa “dijual kembali“ di masa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi.

Mengapa kita perlu berinvestasi? Ada banyak alasan untuk ini, salah satunya adalah persiapan masa depan sedini mungkin melalui persiapan perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat ini. Seperti kita tahu sejalan dengan waktu nilai mata uang bisa berkurang karena adanya inflasi, yaitu misalnya kenaikan harga barang dan jasa, inflasi inilah salah satu alasan utama mengapa kita perlu berinvestasi, baik atas dana atau aset yang sudah ada atau yang akan kita miliki agar “nilai”-nya dapat dipertahankan dan tentu saja diharapkan meningkat. Dari uraian diatas dapat di tarik 4 hal utama alasan berinvestasi yaitu:

  1. Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum dapat terpenuhi

  2. Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki

  3. Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang sudah ada

  4. Adanya Inflasi

Resiko Investasi

Resiko merupakan bagian dari investasi, karena keadaan di masa depan yang juga tidak pasti dan tak dapat diprediksi secara akurat. Hasil investasi yang didapat bisa saja tidak sesuai dengan harapan, bahkan bisa berlawanan dan menghasilkan kerugian, karena seseorang tidak dapat sepenuhnya mengelak dari resiko yang ditimbulkan oleh ketidak pastian , maka dalam konteks inilah investasi menjadi bagian dari kehidupan, secara sengaja maupun tidak orang selalu berinvestasi, belajar, bekerja dan berbisnis bisa dipahami sebagai suatu investasi, investasi dapat dilihat sebagai suatu proses menentukan pilihan, tidak hanya untuk menambah kekayaan tetapi juga mempertahankan dan melindungi apa yang sudah ada.

JENIS-JENIS INVESTASI

Tabungan dan deposito

Memiliki tabungan di bank adalah cara investasi yang paling sederhana, praktis dan mudah, didukung dengan likuiditas dan kemudahan pengambilan sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman, karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank umumnya semakin besar pula bunganya. Deposito sendiri mirip dengan tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang di tawarkan di deposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan, namun bila deposito diambil sebelum jangka waktunya maka akan dikenakan penalti.

Obligasi

Obligasi adalah surat hutang dengan jangka waktu tertentu. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah ataupun lembaga lainnya. Imbalan dari obligasi adalah modal pokok investasi plus kupon bunga, kupon bunga ini besarnya sudah ditentukan sekian persen dan umumnya lebih tinggi dari suku bunga bank ataupun surat berharga lainya yang dianggap aman, mengingat resiko obligasi yang relatif lebih tinggi. Pembayaran kupon bunga dilakukan secara berkala, misalnya 3 bulan atau 6 bulan atau tahunan. Pembayaran pokok investasi sendiri dilakukan saat obligasi jatuh tempo, yaitu tanggal dimana obligasi habis masa berlakunya.

Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan (ekuitas) bukan surat utang. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari perusahaan, artinya juga anda berbagi resiko dengan emiten (penerbit saham). Bila emiten mendapat laba, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Membuka usaha baru

Membuka usaha baru juga merupakan bentuk dari investasi. Alasan mengapa orang membuka usaha baru, selain potensi hasil yang tak terhingga juga bisa agar bisa melakukan pekerjaan yang benar-benar disukai, mengembangkan kreativitas individual dan juga mencapai kemandirian finansial. Perlu diingat bahwa resiko membuka usaha baru relatif besar, kerugian usaha bisa sampai pada kebangkrutan yang bisa lebih dari menghabiskan modal,. Selain itu dibutuhkan juga dedikasi waktu, ketrampilan, keseriusan, determinasi dan mungkin juga bakat.

Properti

Salah satu pilihan yang relatif aman, selama tidak ada resiko gejolak politik maka rumah/tanah tak akan berkurang. Juga potensi hasil investasinya yang berupa nilai jual yang terus meningkat dan hasil dari sewa. Berinvestasi di properti memerlukan jumlah dana relatif besar dan juga komitmen jangka panjang, karena meski nilainya akan terus meningkat, kendala likuiditas yaitu penjualan kembali properti yang tidak mudah dan memakan waktu lama.

Logam Mulia

Pembelian perhiasan seperti emas juga bisa menjadi sarana investasi, selain bisa dijual kembali dengan relatif mudah, harga emas juga terus meningkat dari waktu ke waktu, walaupun harga jualnya lebih rendah ada nilai guna yang telah dipakai. Pembelian emas juga melindungi dari depresiasi mata uang, karena harga emas meningkat seiring dengan inflasi hal ini mirip dengan menyimpan dana dalam bentuk valuta asing, keduanya sama-sama melindungi dari resiko penurunan nilai mata uang.

Kolektibel

Investasi dalam bentuk benda-benda koleksi seperti karya seni, meskipun banyak pertimbangan non-ekonomi dalam investasi dibidang ini, namun perlu diingat bahwa nilai untuk barang kolektibel meskipun cenderung naik tapi tak terukur, dan juga kendala likuiditas dimana sulit menjual kembali dan memperkirakan nilai jualnya.

Pasar Berjangka

Pasar ini muncul dari timbulnya transaksi forward, yaitu transaksi dilakukan hari ini tetapi pembayaran dan penyerahan komoditas dilakukan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Transaksi ini melindungi pembeli dan penjual dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan. Perbedaan waktu antara transaksi dengan penyerahan komoditas yang bisa sampai berbulan-bulan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk memperdagangkan kontrak forward tersebut. Spekulan ini tidak memproduksi /mengkonsumsi produk tersebut, kontrak diperdagangkan dengan harapan keuntungan dari fluktuasi harga dimasa datang akibat perubahan pasokan. Pasar berjangka ini semula hanya diproduk komoditas, namun kemudian meluas ke pasar modal, pasar uang dan valas.

Reksa Dana

Bagi seseorang yang ingin investasi di pasar uang atau pasar modal tetapi tidak mempunyai keahlian atau tidak mempunyai waktu dapat berinvestasi di reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih ada bermacam-macam misalnya obligasi, saham atau campuran antara obligasi dan saham. Selain itu reksa dana berbasis instrumen hutang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun yaitu reksa dana pasar uang.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

XMA-Exponential Moving Average

Posted by administrator on October 24, 2010
XMA-Exponential Moving Average / No Comments
XMA merupakan penyempurnaan dari metode SMA. Seperti kita ketahui bahwa pembobotan SMA merupakan penyebab yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan sinyal perubahan trend. Pemberian bobot pada XMA sama seperti juga pada WMA, melibatkan periode. Hanya saja perbedaannya jika pada WMA semakin panjang periode yang kita gunakan maka semakin besar bobot nilai terakhirnya, maka pada XMA terjadi sebaliknya yaitu semakin panjangperiode yang kita pakai maka semakin kecil pembobotan nilai terakhir yang kita pakai.

Secara matematis XMA kita tuliskan dalam bentuk sebagai berikut:

alt

Ok, mari kita lihat contoh perhitungannya. Dibawah ini adalah perhitungan XMA 6 periode:

No Data
Previous XMA XMA
1 25
2 24
3 28
4 24
5 26
6 27 25,666667 26,047619
7 29 26,047619 26,891155
8 30 26,891155 27,779396
9 31 27,779396 28,699567
10 30 28,699567 29,071119
11 29 29,071119 29,050799
12 31 29,050799 29,607713

Beberapa dari Anda yang memperhatikan data-data yang membosankan ini pastilah bertanya-tanya dari mana nilai previous XMA pada data nomor 6 karena bukankah kita belum sama sekali memiliki nilai XMA pada bagian sebelumnya? Jawabannya, nilai previous XMA tersebut adalah nilai SMA. Jadi, nilai XMA untuk data pertama adalah sama persis dengan nilai SMA. Dalam contoh diatas besarnya adalah 25,666667. Diperoleh dari (25+24+28+24+26+27)/6 = 25,666667. Sama persis dengan cara menghitung SMA bukan? (ayo lihat kembali pada bab sebelumnya!!).

XMA pada nomor 6 diperoleh dari rumus diatas yaitu :

alt

Perhitungan terus dilakukan seperti cara diatas untuk memperoleh nilai XMA berikutnya. Tapi sudahlah, Anda tidak perlu melakukan perhitungan seperti saya karena semuanya sudah tersedia secara otomatis pada masa sekarang. Namun jika Anda tertarik untuk melakukan cross check dengan apa yang saya berikan, silakan saja. Tidak ada yang menghalangi Anda.

Aplikasi XMA

Secara keseluruhan, peraturan pada XMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Berikut ringkasannya:

No Posisi XMA Arti
1 XMA berada dibawah harga. Kondisi bullish / trend naik.
2 XMA berada diatas harga. Kondisi bearish / trend menurun.
3 XMA memotong harga dari bawah. Perubahan trend menuu bearish.
4 XMA memotong harga dari atas. Perubahan trend menuju bullish.
5 XMA periode lebih pendek memotong
XMA periode lebih panjang dari bawah.
Perubahan trend menuju bearish.
6 XMA periode lebih pendek memotong
XMA periode lebih panjang dari atas.
Perubahan trend menuju bullish.
7 XMA dengan periode lebih panjang berada
diatas XMA berperiode lebih pendek
Kondisi bearish / trend menurun.
8 XMA dengan periode lebih panjang berada
dibawah XMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bullish / trend naik.

Nah, gambar dibawah ini adalah aplikasi dalam memprediksi trend yang akan terjadi dengan menggunakan XMA. Cara penggunaannya sama persis dengan penggunaan pada SMA.

alt

Penggunaan dengan memakai dua buah XMA juga dapat digunakan sama seperti pada SMA.

alt

Tags: , , ,

Bollinger Bands

Posted by administrator on October 24, 2010
Bollinger Bands / No Comments

Bollinger Bands

Diciptakan oleh John Bollinger pada awal 1980 an untuk membantu membandingkan volatilitas dan harga relatif dalam satu periode analisis. Bollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas tiga buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga. Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena memang garis tengah tersebut hanyalah garis Moving Averages biasa. Perhatikan gambar berikut :

Seperti telah di terangkan diatas, Bollinger Bands sendiri bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga. Dapatkah Anda menemukan sesuatu pada gambar diatas? Ya benar. Apabila terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply, maka Bollinger Bands akan lebih melebar dibandingkan kondisi seimbang.

Sebagai contoh dari gambar diatas, terjadi keadaan dimana supply lebih banyak dari demand sehingga membuat harga turun dari 1.2185 menuju 1.2071 (114 point), maka sabuk bolinger akan lebih melebar karena memang laju harga sedang meningkat. Bandingkan dengan keadaan dimana demand dan supply cenderung sama seperti pada pukul 12.00 dan setelahnya. Jika terjadi keseimbangan yang artinya pasar akan bergerak dalam kondisi sideways maka Bollinger Bands akan lebih menyempit dari biasanya karena memang laju harga tidak secepat ketika uptrend atau down trend.

Sebagai volatility indicator, sebenarnya Bollinger Bands tidak dapat berdiri sendiri. Indikator ini biasanya digunakan hanya sebagai indikator awal untuk mengukur harga relatif dan volatility (volatile = mudah berubah – volatility = tingkat kecepatan dalam berubah). Bollinger Bands bukanlah indikator action, jadi disarankan jika menggunakan indikator satu ini, gunakan juga indikator lain sebelum mengambil keputusan untuk buy atau sell.

Formulasi Matematis

Seperti telah diterangkan diatas, Bollinger Bands pada dasarnya terdiri dari tiga garis. Yang timbul pada pikiran kita tentunya dari mana garis-garis ini berasal bukan? Nah, berikut penjelasannya:

Uper band = Simple Moving Average + (faktor pengali x standar deviasi)
Middle band = Simple Moving Average
Lower band = Simple Moving Average – (faktor pengali x standar deviasi)
Faktor pengali = [0.6174 x ln (periode Bollinger Bands)] + 0.1046
Untuk faktor pengali, biasanya digunakan angka 2 dibandingkan penggunaan rumus diatas.

Standar deviasi merupakan perhitungan statistik biasa yang digunakan untuk mengukur besarnya penyimpangan pada tiap-tiap data. Rumusnya adalah sbb:


dengan :Xi = data ke i
X = rata-rata

Data yang kita gunakan dalam perhitungan ini bukan hanya closed price saja seperti pada SMA biasa. Pada Bollinger Bands, data yang dipakai adalah gabungan antara high,low dan closinng price. Ada dua jenis pengambilan data pada middle band yaitu dengan memakai Typical Price dan Weighted Price.

Typical price =

Weighted price =

Namun biasanya yang paling sering digunakan adalah typical price.

Ok-ok, saya tahu ini membosankan. Tapi saya rasa Anda perlu tahu dari mana Bollinger Bands number ini keluar karena paling tidak jika Anda memiliki basic cukup kuat dalam statistik, Anda akan mampu menginterpretasikan Bollinger Bands dengan lebih baik setelah mengetahui karakter matematisnya .

Karakter Bollinger Bands

Setiap indikator tentulah punya karakter masing-masing. Begitu juga dengan indikator satu ini. Satu hal yang unik yang dimilikinya adalah Bollinger Bands memampukan tiap-tiap orang menginterpretasikan indikator ini dengan caranya masing-masing. Bahkan John Bollinger sendiri, pencipta indikator ini mengatakan bahwa hal yang paling menarik dalam analisa menggunakan Bollinger Bands adalah memperhatikan bagaimana setiap orang menggunakannya. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda dalam memakai Bollinger Bands. Berikut adalah karakter umum yang berlaku pada Bollinger Bands:

  • Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action.Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action, namun jangan memakai indikator action lebih dari satu. Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum. Terserah Anda.
  • Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
  • Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.

Jika Bollinger Bands kita gabungkan dengan RSI, demikian hasilnya:

  • Bila harga berada diluar upper band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea overbought dan sedang meninggalkan area overbought, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.
  • Bila harga berada diluar lower band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea oversold dan sedang meninggalkan area oversold, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan

Nah, mari kita lihat gambar berikut:

Perhatikan area yang dilingkari dan besar smoothing RSI. Pada 1.1932, besar smoothing RSI adalah 39.9429 dan harga telah menembus upper band dua kali secara berturut-turut. Ini mengindikasikan bahwa akan terjadi penerusan trend yang baru saja dimulai. Dalam kenaikan harga, tercatat beberapa kali juga harga menembus upper band namun RSI belum juga meninggalkan overbought area. Ini berarti trend masih akan terus terjadi sampai RSI meninggalkan overbought area.

Sekarang bandingkan dengan gambar berikut ini:

Pada area yang dilingkari smoothing RSI bernilai 31.7379 dan harga telah menembus lower band tiga kali dengan bullish candle. Dengan demikian diperkirakan akan terjadi pembalikan trend seperti terlihat pada candle berikutnya. Kenapa saya dapat memberikan perkiraan bahwa akan terjadi pembalikan trend dari bearish menuju bullish? Itu karena selain indikator action saya menunjukan harga telah meninggalkan oversold area dan mengarah menuju overbought area.

Dapat disimpulkan dari penggunaan contoh disini, sebenarnya pemaduan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat kita lakukan bila kita memahami penggunaan indikator lain tersebut dengan benar. Penggunaan indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan. Semakin kita memahami penggunaan indikator action maka semakin besar kesempatan kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai volatilitiy indicator.

Pemakaian Bollinger Bands

Walaupun Bollinger tidak dapat digunakan sendiri, namun ada beberapa indikasi open Buy/Sell yang masih kita bisa peroleh melalui Bollinger Bands terutama melalui middle band. Ingat, pada dasarnya middle band adalah indikator Simple Moving Average. Ini berarti apa yang berlaku pada SMA juga berlaku pada middle band:

  • Middle band berada di bawah harga, maka ini mengindikasikan Bullish trend.
  • Middle band berada di atas harag, indikasi Bearish trend.
  • Perpotongan antara middle band dan harga, indikasi peralihan trend.

Double bottom buy. Ini akan terjadi ketika harga menembus lower band dua kali berturut-turut. Adanya double bottom merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga. Namun untuk memastikannya, diperlukan konfirmasi harga menembus middle band. Jika telah menembus middle band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi buy.

Kebalikan dari double bottom buy adalah double top sell yaitu keadaan dimana harga menembus upper band dan divalidasi dengan penembusan middle band juga. Ini berarti akan terjadi penurunan harga dimana kita harus membuka posisi sell terlebih dahulu guna memperoleh keuntungan.

Incoming search terms:

  • indikator yang tepat untuk pergerakan market di marketiva

Tags: , , ,