psikologi trading

Menyusun Trading System yang Profitable

Posted by administrator on October 25, 2010
Menyusun Trading System yang Profitable / No Comments

Bagaimana Menyusun Trading System yang Profitable?

Trading forex adalah salah satu bisnis online yang perlu kita coba. Karena di bisnis inilah kita akan mendapatkan pendapatan yang cukup besar. Namun dibalik itu semua ada resiko yang besar pula. Maka untuk itu sebelum terjun ke bisnis futures ini (forex, index, komodity, CFD) kita harus mengetahui resiko-resiko yang akan kita dapat, jangan Cuma melihat iming-iming pendapatan yang besar di bisnis ini. Hampir lebih dari 90% trader baru akan mengalami Loss dan kerugian. Namun tidak usah kuatir akan hal itu. Karena 90% trader yang Loss dan mengalami kerugian karena mereka tidak menyiapkan strategi trading. Seperti halnya dengan bisnis di bidang lain, bisnis di bidang future juga memerlukan strategi-strategi untuk menganalisa pergerakan pasar yang di sebut dengan Trading System. Trading system inilah yang akan kita gunakan untuk menganalisa pasar. Ingat, tidak ada trading system yang akan menjamin 100% profit. Trading system dikatan baik atau berhasil jika memenuhi syarat 70% profit. Dengan kata lain dari 10 posisi 7x profit dan 3x loss.

Sebenernya ada banyak trading system yang di kembangkan oleh para trader. Silahkan di cari via google aja trading system yang cocok untuk Anda. Rekan-rekan trader pun dapat membuat system trading yang cocok dan sesuai dengan gaya trading rekan-rekan semua. Karena setiap trader memiliki gaya trading yang berbeda-beda. Lalu bagai mana cara membuat Trading system sendiri?

Saya Cuma akan memberikan contoh bagaimana membuat trading system nya saja. Teman-teman bisa memodifikasinya, dan menggunakan indicator yang anda inginkan, tidak harus sama seperti yang di contoh.

Menyusun Trading System Untuk Forex:

  • Menentukan pair atau pasangan mata uang (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, USD/JPY, USD/CHF, dll). Karena setiap mata uang memiliki karakter yang berbeda-beda dan unik maka saran saya pilih lah salah satu pair mata uang saja. Namun jika ingin lebih maka pilihlah pair yang sejenis missal EUR/USD dan GBP/USD biasanya kedua pair ini memiliki pergerakan yang seirama namun ingat GBP/USD pergerakan harganya lebih liar.
  • Waktu trading, waktu trading akan sangat berpengaruh terhadap gaya trading kita kita. Kita akan bermain Long term trading (yaitu memsang target poin yang besar missal lebih dari 100 point, biasanya bisa menahan posisi hingga berhari-hari), Short Term trading (yaitu memasang target poin yang relative kecil antara 10, 15, 20 poin saja, dan tidak sampe menahan posisi sampai 1 hari), Medium (yaitu memasang target poin lebih dari 20, 30, 50 poin, bisanya tidak sampai menahan posisi, namun kadang kala ada yang sampai 2-3 hari).
  • Memilih Indikator, memilih indikator sangat penting karena ini yang akan membantu kita dalam menganalisa pasar kedepannya. Dan yang akan membantu kita dalam menentukan Open posisi baik Buy/Sell. Nah indicator mana yang paling bagus? Ini pertanyaan yang paling sering muncul dan sering membuat saya bingung untuk menjawabnya. Semua indicator yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu gunakan lah 2-3 indikator untuk menganalisa market. Saran saya sih ya, jangan terlalu banyak menggunakan indicator, nanti malah akan menjadi bingung. Penggunaan indikato inilah yang di sebut dengan analisa teknikal.
  • Memperhatikan News atau berita mengenai politik suatu Negara, perkembangan ekonomi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang.
  • Manajemen Resiko. Manajemen resiko ini diperlukan untuk membatasi kerugian kita. Yaitu dengan memasang stop loss. Memasang stop loss juga tidak boleh sembarangan, karena memasang stop loss dengan asal, seperti halnya kita melakukan cat loss. Yang kedua dalam manajemen resiko adalah berani melakukan cat loss jika kita telah salah open posisi, sehingga kerugian yang didapat dapat diminimalisir. Hargai 10 poin atau pun 20 poin karena ini adalah uang yang sudah jelas di depan mata.
  • Psikologi trading, ini sangat penting karena 70% keberhasian dalam trading di pengaruhi oleh kondisi psikologis kita ketika kita melakukan open posisi dan menganalisa pasar. Jangan melakukan Trading jika kondisi psikologis kita sedang labil, missal ketika kita sedang marah, kesal, ataupun habis bertengkar dengan pasangan anda.

Setelah menemukan ramuan untuk trading system, hal berikutnya adalah dengan menguji trading system kita di demo account terlebih dahulu, jangan langsung menggunakannya di real account.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Musuh Terbesar Trading Forex Telah Ditemukan! Ini Penjelasannya!

Posted by administrator on August 07, 2010
Trading Tips / No Comments

Mampukah musuh besar investasi dilawan?
Apakah Anda tahu masalah terbesar yang menghalangi keberhasilan pemodal dalam berinvestasi di pasar berjangka? Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa masalah terbesarnya adalah diri sendiri! Meskipun terdapat banyak bentuk kerugian di pasar berjangka, hanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna memperoleh keuntungan dan bahkan lebih sedikit cara untuk menahannya.

Investor biasanya mengeluarkan banyak uang setiap tahun untuk menghadiri seminar dan membeli buku, tetapi mereka sedikit meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari perilaku-perilaku yang mendukung keberhasilan.

Mengapa demikian? Karena peraturan investasi, metode-metode, dan indikator-indikator fundamental maupun teknikal yang bersifat spesifik, objektif, dan membutuhkan pengertian yang lebih dari sekadar hafal di luar kepala. Dengan kata lain, mudah dipelajari dan digunakan.

Perilaku ataupun sikap yang mendukung keberhasilan, di sisi lain, sulit untuk dapat diketahui. Agak subjektif sifatnya, terkait dengan situasi dan kondisi, serta sangat tergantung dari investor itu sendiri karena setiap orang adalah unik dengan watak yang berbeda-beda.

Karena alasan itu, tidak ada peraturan tertentu yang dapat dipergunakan investor. Seringkali, pemodal tidak dapat mengidentifikasi masalah yang memerlukan perbaikan. Jika tidak tahu apa yang perlu diubah, mereka pasti tidak terbuka dalam menerima nasihat teknis yang dapat membantu menuju satu perubahan. Continue reading…

Tags: , ,